AIH, AIHHH, SYAPA DIA? (14/09/2007)

Malam ini,

Saya duduk bersimpuh

Meratapi yang tidak bisa diratapi

Bersimpuh,

Lalu bersila,

Ujung ujungnya bersimpuh lagi

 

Malam ini,

Saya memujanya

Menghujaninya dengan tangisan tak bersuara

Mencoba mengutuk,

Tapi tidak sepantasnya saya mengutuk

Berkomat kamit dengan mata setengah tertutup

 

Malam ini,

Dada saya naik turun

Bergemuruh melebihi geledek di musim kodok bernyanyi

Sakit luar biasa,

Tapi saya terbiasa dengan rasa sakit,

Sungguh tidak rela dengan terbiasa

 

Malam ini,

Saya kembali berbicara padanya

Setelah entah berapa lama saya lupa

Dia yang menjadi pegangan hidup saya kali ini,

Nanti,

Dan selamanya

 

Malam ini,

Dia tanda tanya saya,

Dia jawaban saya,

Dia pendengar terbaik saya,

Dia sisa rasa bertahan saya,

Dia jagoan saya

 

Dia,

Dia,

Dia,

 

Dan ternyata selalu saja Dia,

Yang membuat seribu satu bintang saya bersinar

Dari seribu satu bintang yang ada.

                            

DONGENG (SEBELUM TIDUR) (06/09/2007)

Saya nggak bisa tidur,

Padahal mata ini sudah berteriak

Nanar

Panas tidak berujung.

Saya nggak bisa tidur,

Padahal perut sudah ikutan kembung

Buang angin berkali kali

Tidak membantu.

Saya nggak bisa tidur,

Padahal suara dunia sudah terlelap

Burung ikutan nggak bersuara

Cuman saut sautan ngorok saja yang terdengar dari kamar sebelah.

Saya nggak bisa tidur,

Padahal kepala sudah terasa berat

Seperti ada batu

Batu saja enak tidur di kepala saya.

Saya nggak bisa tidur,

Tiktaktiktuk

Jam doang yang nggak ikutan tidur

Paling pintar dia.

BLOODY MARY (MIX) (08/08/2008)

I have knocked the door of the dawn

I hate the sun,

But the sun is the Caesar

And (somehow) I have found, this is too barbaric

The launching of a battle of the ships

Looking for an impossibility

Drawning on my own photograph

Collecting the heart and the tragedy

Of an immaculate weird puzzles

Choose not to choose

Delibarately emptying the shell

(and) I don’t have the heart

It is, killing you

Killing me.

(judulnya) tunggang langgang

menggelayut di atas awan kelam
boroboro bercinta
menghela nafas saja terkadang sulit
menghitung tarikan dada
di antara tai burung yang berceceran
kudaku lari kencang
masuk ke rumah ujang
ujang nggak jadi telanjang
dia sibuk bergelinjang,
sendirian

smell the coffee,

An abstraction

Of thousand question marks

slowly brought by the ocean,

to land the wave of it golds

Reminiscing

The calculation of clouds

The cloudiness of woman desires

What's the other sound had said?

The reality is never appear blatantly

It slowly kills

No regrets,

Nor understanding

It just kills.